Memberi Inspirasi Semua Orang

17/11/20

Sukses Kejurnas Karate Lemkari Piala Danrem 101/ANT 2020 di Kiram Park

Setelah vakum kegiatan kejuaraan karate selama beberapa bulan sehubungan dengan adanya pandemi covid-19, maka PB Lemkari kembali dan telah sukses melaksanakan kegiatan Kejuaraan Karate Tingkat Nasional (KEJURNAS) Karate Lemkari Piala Danrem 101/ANT dan juga bersamaan dengan Kejuaraan Daerah (KEJURDA) yang telah diselenggarakan pada tgl 11-15 Nopember 2020 yang lalu.

Kegiatan ini dilaksanakan secara Virtual dan Aktual. Untuk Kejurnas sendiri dilakukan secara Virtual, sedangkan untuk Kejurda dilakukan secara Aktual di Kiram Park. Dan hasilnya adalah untuk KEJURNAS, Kalimantan Selatan keluar sebagai Juara Umum 1 berhasil memboyong Piala Danrem 101/Ant, disusul Jawa Timur sebagai Juara Umum 2 dan Bali sebagai Juara Umum 3.

Sedangkan untuk KEJURDA keluar sebagai Juara Umum 1 adalah Mahligai, disusul Kab.Banjar sebagai Juara Umum 2 dan Balitan sebagai Juara Umum 3

Untuk kegiatan ini saya ikut sebagai atlet mewakili Dojo Mahligai yang dikomandoi oleh Sensei Misransyah (Sensei Imis) dan Senpai Fiyantie (bunda Yanti). Dan Alhamdulillah Dojo Mahligai keluar sebagai Juara Umum 1. Ada rasa kebanggaan tersendiri atas prestasi kami. Semoga pada even-even selanjutnya kami bisa mencapai prestasi yang lebih baik lagi, Aamiin.

Saat tampil di Kejurda Karate Lemkari Aktual di Kiram Park

Saat tampil pada Kata Beregu Kadet Putra

Kata bijak : "Dalam hidup menang atau kalah adalah hal biasa, tapi jika anda bisa mengubah kekalahan itu menjadi kemenangan, maka itu adalah prestasi yang harus dipertahankan". 

Semoga apa yang tersaji di blog ini bisa bermanfaat..Salam Karate..Osh

Share:

23/02/20

Kejuaraan Karate antar Pelajar dan Mahasiswa se Kalimantan di Martapura


Kejuaraan Karate Lemkari antar Pelajar dan Mahasiswa se Kalimantan di Martapura yang diadakan tgl 14-16 Pebruari 2020 yang lalu, telah menghasilkan atlet karate lemkari yang akan dibawa dalam kejuaraan karate berikutnya.

Kejuaraan Karate Lemkari ini di buka Paman Birin Gubernur Kalsel, diikuti oleh 315 karateka yang terdiri pelajar SD,SMP,SMA dan Mahasiswa yang ikut dalam kelas KATA dan KUMITE.


Untuk Pertandingan dalam Kejuaraan Karate Lemkari ini terdiri dari kelas Tournamen dan Festival, yang boleh diikuti keduanya.

Saya sendiri mengikuti kelas KATA untuk setingkat SMP, Alhamdulillah Juara 3 dapat Medali Perunggu, dan pada pertandingan kelas Festival, Alhamdulillah saya memperoleh Medali Emas.


Akhirnya kata yang bisa saya sampaikan adalah; selagi masih Muda raihlah prestasi setinggi-tingginya, apapun Hasilnya selalu bersyukur, Kalah atau Menang dalam setiap Pertandingan adalah hal yang biasa, ambil pelajaran apa yang telah kita lakukan dan alami, selanjutnya kedepannya kita perbaiki dan berlatih lebih serius lagi agar bisa mencapai hasil yang kita inginkan.

Osh..Terima kasih semoga bermanfaat.
Share:

08/09/19

Rekor Muri 5000 Karateka Peringati Haornas di Banjarmasin

Dalam rangka memperingati Hari Olah Raga Nasional ke-36, pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olah Raga pada tanggal 08 September 2019 akan melaksanakan kegiatan pemecahan Rekor Muri dengan mengumpulkan sebanyak 5000 karateka.

Para karateka yang datang mengikuti kegiatan ini ada yang dari Banua Lima (Rantau, Kandangan, Barabai, Amuntai dan Tanjung Tabalong), ada juga dari Pelaihari, Tanah Bumbu, dan Kotabaru, tetapi karateka yang terbanyak berasal dari Banjarmasin sendiri dan Banjarbaru.

Kegiatan berpusat di simpang empat antara jalan Lambung Mangkurat Sabilal Muhtadin, Jembatan Merdeka, Sekretariat KNPI Kalsel, dan para karateka akan mengisi kapling-kapling yang telah tersedia disepanjang jalan Lambung Mangkurat, jembatan merdeka dan jalan samping sekretariat KNPI Kalsel.

Alhamdulillah, hari ini tepat tanggal 8 September 2019, telah sukses dilaksanakannya Hari Olah Raga Nasional ke-36 yang tahun ini berpusat di Banjarmasin yang mengusung tema : "Ayo Olah Raga, Kapan Saja Dimana Saja", dan salah satu agenda acaranya adalah pemecahan rekor karateka terbanyak.

Seperti pernyataan yang disampaikan oleh perwakilan Museum Rekor Indonesia (MURI) bahwa pemecahan rekor karateka terbanyak kali ini diperkirakan sebanyak 5.500 karateka dari berbagai perguruan yang ada di Kalimantan Selatan.

Selamat dan sukses Banjarmasin telah berhasil menoreh sejarah dengan memecahkan Rekor Karateka Terbanyak dan mendapatkan Sertifikat Rekor Muri yang diterima langsung oleh Paman Birin (sapaan akrab Gubenur Kalsel).

Paman Birin Saat Menerima Plakat Rekor MURI

Sebelum dimulai para karateka terlihat sangat antusias sekali mengikuti acara pemecahan Rekor Muri kali ini, dari pagi mereka sudah mulai berkumpul memenuhi kapling-kapling yang telah disediakan oleh panitia.

Saya sendiri kebetulan menempati kapling 40 sesuai pembagian tugas yang diberikan oleh Majelis Sabuk Hitam (MSH), memimpin 40 karateka pemula dan saya merasa sangat bangga telah menjadi bagian dalam rangka pemecahan Rekor Muri kali ini.


Pemecahan Rekor Muri ini diikuti juga oleh para kareteka dari TNI dan Polri
Karateka dari TNI
Karateka dari Polri
Karateka dari Instasi dan Perguruan Karate
Semoga bermanfaat, Salam karateka..Osh.

Foto penulis :
Share:

07/07/19

MSH Lemkari Banjarmasin Latihan Bersama dengan Shihan Rosi Nurasjati


Arahan & Motivasi
Kedatangan Shihan Rosi Nurasjati beserta rombongan ke Banjarmasin dalam rangka memberikan arahan dan motivasi kepada pengurus Lemkari Banjarmasin yang tentu saja sangat berdampak positif bagi kemajuan Lemkari Banjarmasin.


Sebagaimana diketahui bahwa sebelumnya Lemkari Banjarmasin pernah terpecah dalam dualisme kepengurusan, tetapi berkat keyakinan dan kesabaran serta tekat yang kuat maka akhirnya kepengurusan Lemkari Banjarmasin telah kembali seperti semula. Kami bersyukur jika kepengurusan Lemkari Banjarmasin saat ini telah diakui oleh PB FORKI sebagai Lemkari yang sah sehingga dengan kenyataan ini maka akan semakin memperkuat keberadaan Lemkari di masa yang akan datang.

Menurut cerita Shihan Rosi Nurasjati, beliau sempat ditawari untuk pindah dari Lemkari keperguruan karate lain, tetapi beliau dengan tegas menyatakan tetap setia pada Lemkari, kenapa? karena menurut beliau, lebih penting meluruskan sejarah Lemkari daripada harus menguburnya.


Ketika terjadi perpecahan antara Lemkari dan Inkanas, Shihan Rosi adalah satu-satunya karateka yang tetap bertahan di Lemkari, padahal ketika itu banyak rekan-rekan beliau yang berpindah keperguruan lain, dan bahkan beliau dan atlet beliau sempat dimusuhin, tetapi Shihan Rosi tetap merasa bangga dan teguh kesetiaanya pada Lemkari.

Saat ada yang bertanya : "Ros, dibayar berapa kamu di Lemkari? Shihan Rosi menjawab : "Saya dibayar membuat seperti ini karena saya berlatih di Lemkari". Di Indonesia tidak ada yang menyamai prestasi yang pernah diraih Shihan Rosi.

Prestasi yang pernah diraih Shihan Rosi antara lain : Rangking 2 Dunia, Medali Emas Sea Games, Medali Emas Kejuaraan Asia, dll. Dan juga termasuk salah satu dari 100 orang Legenda Olah Raga Indonesia.

Semoga motivasi yang diberikan Shihan Rosi ini bisa menjadi semangat bagi para karateka-karateka Lemkari, untuk bisa mengikuti jejak beliau tetap setia pada perguruan dan meraih prestasi.

Oleh karena itu beliau berpesan "agar jangan pernah meninggalkan perguruan Lemkari, kapanpun dan sampai kapanpun Lemkari adalah seumur hidup, kita bisa hebat karena Lemkari. Osh

Latihan Bersama 
Selesai menyampaikan arahan, sesi dilanjutkan dengan latihan bersama, banyak ilmu yang bisa didapat dari latihan bersama ini, terutama mengenai teknik pertandingan.

Sesi latihan berlangsung sekitar 1 jam lebih, dan diikuti juga oleh para sensei dengan semangat.

Semoga tulisan ini bisa menjadi motivasi bagi temen-temen karateka agar tetap selalu semangat, dan menjadi lebih giat dalam berlatih. Osh.

Foto penulis bersama Shihan Rosi
Share:

27/11/18

Lemkari - Gashuku dan Ujian DAN di Kiram 23-25 Nop 2018

Kiram adalah sebuah lokasi wisata yang dikelola cukup bagus sehingga banyak pengunjung atau wisatawan yang datang kesini, karena Kiram memberikan panorama pemandangan alam yang masih sejuk dan alami, wadah ini ditunjuk sebagai tempat kegiatan Lemkari dalam melaksanakan Gashuku dan Ujian Kenaikan DAN Tahun 2018.

Tanggal 23-24 Nopember 2018 adalah hari pelaksanaan Gashuku Lemkari, sepanjang hari itu para dewan guru melatih mental dan fisik para peserta (kohai). Para kohai (yang ingin sabuk hitam) ataupun sensei dilatih untuk memperbaiki gerakan-gerakan karate kihon dan gedan barai agar menjadi lebih sempurna.

Selanjutnya pada tanggal 25 Nopember 2018, adalah hari pelaksanaan Ujian DAN Lemkari, yang mana dalam pelaksanaannya Ujian DAN ini dinyatakan sukses dan semua peserta/kohai dinyatakan "Lulus" dan berhak memegang sabuk hitam atau naik tingkatan DAN, maka sejak inilah awal saya melepas sabuk coklat dan mengambil sabuk hitam DAN-I. Semua ini tidak terlepas dari dukungan para sensai yang melatih saya selama ini yaitu sensei Fajrin (DAN-IV) dan sensei Saliman (DAN-V).


Terima kasih buat beliau berdua semoga apa yang telah beliau berikan pada saya menjadi amal jariah, yang pahalanya hanya Allah SWT yang membalasnya, Aamiin YRA. Terima kasih juga buat teman-temanku seperguruan di Remaja Belitung dan Regas, semoga kalian bisa mengikuti jejak saya di kemudian hari. Osh.

Awal mula saya mengikuti karate Lemkari ini adalah sejak saya masih bersekolah di Madrasah Diniyah Islamiyah Muhammad 1-2 Sei Kindaung saat itu masih duduk dikelas 2 hingga sekarang saya bersekolah di MTsN-2 Mulawarman dan baru duduk di kelas VII, saya memulai karate ini dengan sabuk putih di Remaja Belitung yang dilatih oleh sensei Fajrin (DAN-IV), tetapi untuk memperdalam Kata Karate saya mengikuti kelas private "KATA" yang dilatih oleh sensai Saliman (DAN-V). Kata Karate adalah seni gerakan dalam karate yang bisa di implementasikan dalam gerakan kumite karate.

Setiap proses kenaikan sabuk saya ikuti dengan semangat hingga akhirnya saya bisa mendapatkan sabuk hitam ini. Banyak juga teman-teman saya seperguruan karate yang saya lihat, yang berakhir di sabuk kuning atau sabuk hijau atau sabuk biru atau bahkan sudah di sabuk coklat, saya tidak tau apa alasan mereka berhenti latihan. Tapi saya yakin mereka masing-masing punya alasan sendiri mengapa harus gantung sabuk.

Sabar dan Semangat itulah kunci yang harus dipegang buat kalian yang mulai berkeinginan mengikuti atau mempelajari Karate. Tetapi tidak cukup sabar dan semangat saja yang harus kalian miliki, satu hal yang lebih penting adalah dukungan Moril Orang Tua kalian yang harus ada, agar kalian bisa lanjut hingga akhirnya bisa mengambil sabuk hitam.

Memakai sabuk hitam bukanlah kebanggaan, tetapi awal dari tanggung jawab kita untuk ikut mendidik para karateka-karateka/kohai yang baik dan berkepribadian. Osh..

Terima kasih para sensei atas didikannya selama ini. Osh..
Share:

31/12/17

Menghadiri Majelis Abah Guru Bakhiet


Setiap setengah bulan sekali pada tiap Sabtu malam Minggu, saya dan kedua orang tua saya selalu menghadiri Majelis Abah Guru Bakhiet di Masjid Bustanul Muhibbin yang letak di Handil Bhakti. Jamaah yang hadir di majelis ini banyak sekali, mungkin diperkirakan ada ribuan jamaah, mereka datang dari berbagai daerah, ada yang dari Kapuas, Palangka Raya, Barabai dan lainnya.

Apa yang diajarkan?

Sejak awal dibukanya Majelis Abah Guru Bakhiet di Masjid Bustanul Muhibbin ini, kami sekeluarga selalu hadir di majelis ini terkecuali jika orang tua saya sedang ada halangan sehingga dengan sangat terpaksa kami tidak bisa hadir, tetapi Alhamdulillah sampai saat ini kami sekeluarga selalu bisa menghadiri dan mendengarkan ceramah Abah Guru.

Ceramah yang beliau sampaikan dari awal hingga saat ini masih tentang "Asma-Ul-Husna" atau mengenal 99 Nama-Nama Allah, Yaa Allah, Yaa Rahman, Yaa Rahim, dstnya. Dan yang terakhir sabtu malam minggu tanggal 30 Desember 2017 atau tutup tahun 2017, Alhamdulillah kami sekeluarga bisa hadir mendengarkan ceramah Abah Guru yang sudah masuk asma-ul-husna ke 30 yaitu Al-Adlu artinya yang Maha Adil, yaitu Allah Yang Maha Adil dengan Ciptaannya dan Hukumnya.


Banyak Ilmu dan Amalan yang didapatkan setelah mengikuti Majelis Abah Guru Bakhiet ini, beliau menyampaikan dengan gaya yang mudah dimengerti dan dicerna, sehingga jamaah yang hadir dapat memahaminya, sesekali beliau menyampaikan dengan gaya lucu, tetapi tidak mengurangi ke khusu'an jamaah mendengarnya.

Sebelum memulai ceramah, biasanya pengajian didahului dengan membaca wiridan Ratib Al-Hadad (Habib Abdullah bin Alwi Al Hadad) dan Ratib Habib Umar bin Abdurrahman Al Baar, dan Qasidah-Qasidah (Puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW) yang dipimpin langsung oleh Abah Guru Bakhiet. Rasanya dengan membaca wiridan-wiridan tersebut hati menjadi tentram dan damai


Karomah Majelis Abah Guru Bakhiet

Saya tidak tahu apakah ini Karomah atau bukan, tetapi yang pasti ini sering terjadi pada kami sekeluarga, setiap menjelang penggajian Abah Guru Bakhiet, pada sore hari sering terjadi hujan yang sangat lebat kadangkala hujan tersebut hingga selesai maghrib, tetapi begitu masuk isya dan sesudahnya tiba-tiba hujan tersebut menjadi reda, sehingga kami sekeluarga bisa berangkat ke Majelis Abah Guru hingga selesai, tetapi setelah selesai pengajian adakalanya hujan turun lagi. Allahu'alam bissawab.

Tersedia CD Ceramah

Nah, jika ada jamaah yang ketinggalan ceramah beliau setengah bulan yang lalu, maka panitia telah menyediakan cd ceramah sebelumnya, jadi sebenarnya kita masih bisa mengikuti ceramah-ceramah beliau sebelumnya. harga cd sebesar Rp.6.000/cd


Alhamdulillah, orang tua saya selalu berkesempatan untuk membeli cd ceramah guru hingga yang terakhir, walaupun tidak diputar di rumah hanya disimpan saja, tetapi suatu waktu nanti akan dilihat kembali.

Mengenal Siapa Abah Guru Bakhiet?

Nama lengkap beliau adalah Haji Muhammad Bakhiet, lahir pada tanggal 01 Januari 1966 di Telaga Air Mata, Kampung Arab, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Ayahnda beliau adalah Guru Haji Ahmad Mughni (Nagara) bin Guru Haji Ismail (Alabio) bin Guru Haji Muhammad Thahir (Alabio) bin Khalifah Haji Syihabuddin (Pulan Penyangat-Kepulauan Riau) bin Maulana Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (Martapura). Artinya beliau juga keturunan Nabi Muhammad SAW.

Pendidikan formal beliau hanya sampai dikelas IV Sekolah Dasar Negeri pada tahun 1976. Tahun 1977 beliau menimba ilmu di Pondok Pesantren Ibnu Amin (Pamangkih) selama kurang lebih tiga tahun. Tahun 1980 beliau menjadi santri Pondok Pesantren Darussalam (Martapura) selama kurang lebih enam bulan, dan dari situ beliau kemudian pindah ke Darussalamah kurang lebih setengah tahun.

Setelah sekian lama di Martapura, kemudian beliau kembali ke Barabai, di Barabai beliau berguru dengan ayahnda beliau sendiri yaitu Guru Haji Ahmad Mughni, dari ayahnda inilah beliau sangat banyak menimba ilmu khususnya Ilmu Bathin (Ilmu Tasawuf). Beliau juga berguru dan menimba ilmu dengan ulama-ulama terkemuka, seperti Guru Haji Abdul Wahab (Kampung Qadli Barabai) khususnya mengenai Ilmu Fikih, juga Guru Haji Hasan dan Guru Haji Saleh (Barabai) mengenai Ilmu Bahasa Arab khususnya Nahwu, sedangkan berkenaan dengan Ilmu Falak beliau pelajari dari Guru Haji Mahfudz bin Guru Haji Muhammad Ramli bin Guru Haji Muhammad Amin, seorang Tokoh Pendiri Pondok Pesantren Ibnul Amin Pamangkih.

Selain sebagai Ulama, Abah Guru Bakhiet juga seorang guru Tarikat Alawiyah, pada tahun 1993 beliau pernah dikirim ke Surabaya (Bangil) berkenaan dengan Tarikat Alawiyah ini. Beliau mengambil Tarikat Alawiyah ini dari Habib Zein Al Abidin Ahmad Alaydrus. Kurang lebih satu tahun beliau bergelut dalam Tarikat Alawiyah yang saat itu berjumlah tidak kurang dari 40 orang.

Dalam perkembangannya Tarikat Alawiyah maju pesat, sampai saat ini pengikutnya sudah mencapai puluhan ribu orang. Dari awal mula pengajian Tarikat Alawiyah ini bertempat di Pondok Pesantren Hidayaturrahman Barabai, karena jamaah yang semakin banyak maka pengajian dipindahkan ke Pondok Pesantren Rahmatullah Ummah. Disinilah cikal bakal Pondok Pesantren Nurul Muhibbin yang terkenal, lalu dipindahkan lagi ke Paringin dengan lokasi yang lebih luas dan lengkap beserta dengan pemukimannya.

Banyak Pedagang Yang Berjualan


Sejak keberadaan Majelis Guru Bakhiet, sejak itu pula banyak pedangang yang berjualan di Area Masjid Nurul Muhibbin, keberadaan pedagang ini bak jamur, berbagai macam dagangan dijual disini, dari jual makanan kecil hingga jual baju-baju muslim. Apalagi setelah pedagang disediakan tempat khusus untuk jualan, mereka jadi kelihatan lebih tertata rapi.


Dan di area masjid ini juga ada tersedia warung-warung makan untuk jamaah yang datang dari jauh, atau jamaah yang datang ke majelis ini lebih awal, mereka bisa makan warung-warung yang ada di Area Masjid Nurul Muhibbin ini.

Semoga bermanfaat, dan semoga menjadi berkah serta amal kami sekeluarga, Aamiin.
Share:

26/12/17

Liburan ke Pantai Asmara

Setelah sebelumnya kami sekeluarga berwisata ke Danau Seran, kali ini orang tua saya mengajak kami (saya dan kakak saya) lagi berlibur ke Pantai Asmara, lokasinya cukup jauh. Ketika kami coba mengunakan google maps sebagai petunjuk perjalanan, tampak jaraknya dari Banjarmasin menuju lokasi Pantai Asmara itu jauhnya sekitar 160 km dan jika diukur dengan waktu tempuhnya sekitar 2 jam 40 menit.

Tetapi setelah sekian lama perjalanan kami menuju ke lokasi Pantai Asmara, nyatanya waktu tempuh perjalanan kami kurang lebih 3 jam 20 menit, waktu yang cukup lama, karena memang perjalanan kami kali ini cukup santai, dan tidak ingin cepat-cepat sampai kelokasi.

Harga Tiket Masuk

Memasuki lokasi Pantai Asmara, kami sudah dihadang para penjaga tiket masuk ke area Pantai Asmara, mereka mengenakan harga tiket masuk sebesar Rp.10.000/orang, tetapi yang dikenakan hanya orang dewasa saja, untuk anak kecil gratis.


Setelah membayar kami diijinkan masuk area pantai, ternyata disana sudah banyak pengunjung yang duluan datang, biasalah memanfaatkan waktu liburan. Sebelum parkir, kami keliling dulu mencari tempat yang enak dan teduh untuk bisa parkir mobil, dari ujung ke ujung kami telusuri, ternyata sudah penuh dengan parkir mobil pengunjung, saya lihat ada juga yang dari Kalimantan Tengah tampak dari nomor mobilnya KH.


Setelah keliling akhirnya kamipun menemukan juga tempat parkir yang enak dan sedikit agak teduh dekat dengan bibir pantai persis dibelakang pondok. Saat itu cuaca cukup panas karena kami datang ke lokasi pantai sudah sekitar jam 11an siang, perjalanan yang jauh membuat kami menjadi lapar.

Setelah mendapat tempat yang nyaman dibawah pohon, kamipun mengelar tikar untuk istirahat, kemudian ibu saya menyiapkan makan siang untuk kami, dan kamipun menyantap makanan yang dibawa dari rumah.


Tempat Makan dan Minum

Sebenarnya di lokasi pantai ini banyak sekali orang yang berjualan makanan dan minuman, tetapi karena kami sudah membawa bekal dari rumah, jadi kami tidak tahu berapa harga makanan dan minuman yang dijual di area pantai itu.


Pondok Tempat Istirahat

Saat kami sedang makan siang tiba-tiba saja orang yang sebelumnya menempati pondok untuk istirahat dan bersantai dipantai itu meninggalkan tempat, alhasil ketika ayah saya tahu tempat itu sudah kosong, beliaupun cepat-cepat menempati pondok itu untuk kami, dan kamipun duduk santai di pondok kecil yang sewanya dikenakan sebesar Rp.50.000,-

Suasana Seputar Pantai

Ketika kami datang di pantai ini pengunjungnya cukup banyak, yang datang dan yang pulang silih berganti, yang pasti suasananya cukup ramai dan memang karena saat itu bertepatan juga dengan liburan natal.

Saat berada di pantai, rasanya tidak asik jika kita tidak ikut mandi, pengunjung yang sedang mandi dipantai ini cukup ramai, padahal cuaca waktu itu cukup panas, seolah tidak merasakan terik matahari yang panas, mereka asik-asik aja mandi dipantai ini, dan sayapun ikut mandi bersama orangtua saya.

Mandi dipantai dengan tangan kosong rasanya kurang enak juga ya, makanya kamipun menyewa pelampung, dan harga sewa pelampung disini sekisar Rp.25.000,- sepuasnya.

Suasana Ketika Masih Siang Hari di Pantai Asmara


Suasana Ketika Sudah Sore Hari di Pantai Asmara

Kebersihan Pantai

Kebiasaan pengunjung yang membuang sampah sembarangan, membuat Pantai Asmara ini menjadi terlihat kotor, sampah plastik bekas minuman maupun kantongan dan lainnya berserakan dimana-mana. Tidak enak juga melihat pemandangan di Pantai Asmara, tapi disertai dengan sampah yang berserakan.
Share: