Memberi Inspirasi Semua Orang

31/12/17

Menghadiri Majelis Abah Guru Bakhiet


Setiap setengah bulan sekali pada tiap Sabtu malam Minggu, saya dan kedua orang tua saya selalu menghadiri Majelis Abah Guru Bakhiet di Masjid Bustanul Muhibbin yang letak di Handil Bhakti. Jamaah yang hadir di majelis ini banyak sekali, mungkin diperkirakan ada ribuan jamaah, mereka datang dari berbagai daerah, ada yang dari Kapuas, Palangka Raya, Barabai dan lainnya.

Apa yang diajarkan?

Sejak awal dibukanya Majelis Abah Guru Bakhiet di Masjid Bustanul Muhibbin ini, kami sekeluarga selalu hadir di majelis ini terkecuali jika orang tua saya sedang ada halangan sehingga dengan sangat terpaksa kami tidak bisa hadir, tetapi Alhamdulillah sampai saat ini kami sekeluarga selalu bisa menghadiri dan mendengarkan ceramah Abah Guru.

Ceramah yang beliau sampaikan dari awal hingga saat ini masih tentang "Asma-Ul-Husna" atau mengenal 99 Nama-Nama Allah, Yaa Allah, Yaa Rahman, Yaa Rahim, dstnya. Dan yang terakhir sabtu malam minggu tanggal 30 Desember 2017 atau tutup tahun 2017, Alhamdulillah kami sekeluarga bisa hadir mendengarkan ceramah Abah Guru yang sudah masuk asma-ul-husna ke 30 yaitu Al-Adlu artinya yang Maha Adil, yaitu Allah Yang Maha Adil dengan Ciptaannya dan Hukumnya.


Banyak Ilmu dan Amalan yang didapatkan setelah mengikuti Majelis Abah Guru Bakhiet ini, beliau menyampaikan dengan gaya yang mudah dimengerti dan dicerna, sehingga jamaah yang hadir dapat memahaminya, sesekali beliau menyampaikan dengan gaya lucu, tetapi tidak mengurangi ke khusu'an jamaah mendengarnya.

Sebelum memulai ceramah, biasanya pengajian didahului dengan membaca wiridan Ratib Al-Hadad (Habib Abdullah bin Alwi Al Hadad) dan Ratib Habib Umar bin Abdurrahman Al Baar, dan Qasidah-Qasidah (Puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW) yang dipimpin langsung oleh Abah Guru Bakhiet. Rasanya dengan membaca wiridan-wiridan tersebut hati menjadi tentram dan damai


Karomah Majelis Abah Guru Bakhiet

Saya tidak tahu apakah ini Karomah atau bukan, tetapi yang pasti ini sering terjadi pada kami sekeluarga, setiap menjelang penggajian Abah Guru Bakhiet, pada sore hari sering terjadi hujan yang sangat lebat kadangkala hujan tersebut hingga selesai maghrib, tetapi begitu masuk isya dan sesudahnya tiba-tiba hujan tersebut menjadi reda, sehingga kami sekeluarga bisa berangkat ke Majelis Abah Guru hingga selesai, tetapi setelah selesai pengajian adakalanya hujan turun lagi. Allahu'alam bissawab.

Tersedia CD Ceramah

Nah, jika ada jamaah yang ketinggalan ceramah beliau setengah bulan yang lalu, maka panitia telah menyediakan cd ceramah sebelumnya, jadi sebenarnya kita masih bisa mengikuti ceramah-ceramah beliau sebelumnya. harga cd sebesar Rp.6.000/cd


Alhamdulillah, orang tua saya selalu berkesempatan untuk membeli cd ceramah guru hingga yang terakhir, walaupun tidak diputar di rumah hanya disimpan saja, tetapi suatu waktu nanti akan dilihat kembali.

Mengenal Siapa Abah Guru Bakhiet?

Nama lengkap beliau adalah Haji Muhammad Bakhiet, lahir pada tanggal 01 Januari 1966 di Telaga Air Mata, Kampung Arab, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Ayahnda beliau adalah Guru Haji Ahmad Mughni (Nagara) bin Guru Haji Ismail (Alabio) bin Guru Haji Muhammad Thahir (Alabio) bin Khalifah Haji Syihabuddin (Pulan Penyangat-Kepulauan Riau) bin Maulana Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (Martapura). Artinya beliau juga keturunan Nabi Muhammad SAW.

Pendidikan formal beliau hanya sampai dikelas IV Sekolah Dasar Negeri pada tahun 1976. Tahun 1977 beliau menimba ilmu di Pondok Pesantren Ibnu Amin (Pamangkih) selama kurang lebih tiga tahun. Tahun 1980 beliau menjadi santri Pondok Pesantren Darussalam (Martapura) selama kurang lebih enam bulan, dan dari situ beliau kemudian pindah ke Darussalamah kurang lebih setengah tahun.

Setelah sekian lama di Martapura, kemudian beliau kembali ke Barabai, di Barabai beliau berguru dengan ayahnda beliau sendiri yaitu Guru Haji Ahmad Mughni, dari ayahnda inilah beliau sangat banyak menimba ilmu khususnya Ilmu Bathin (Ilmu Tasawuf). Beliau juga berguru dan menimba ilmu dengan ulama-ulama terkemuka, seperti Guru Haji Abdul Wahab (Kampung Qadli Barabai) khususnya mengenai Ilmu Fikih, juga Guru Haji Hasan dan Guru Haji Saleh (Barabai) mengenai Ilmu Bahasa Arab khususnya Nahwu, sedangkan berkenaan dengan Ilmu Falak beliau pelajari dari Guru Haji Mahfudz bin Guru Haji Muhammad Ramli bin Guru Haji Muhammad Amin, seorang Tokoh Pendiri Pondok Pesantren Ibnul Amin Pamangkih.

Selain sebagai Ulama, Abah Guru Bakhiet juga seorang guru Tarikat Alawiyah, pada tahun 1993 beliau pernah dikirim ke Surabaya (Bangil) berkenaan dengan Tarikat Alawiyah ini. Beliau mengambil Tarikat Alawiyah ini dari Habib Zein Al Abidin Ahmad Alaydrus. Kurang lebih satu tahun beliau bergelut dalam Tarikat Alawiyah yang saat itu berjumlah tidak kurang dari 40 orang.

Dalam perkembangannya Tarikat Alawiyah maju pesat, sampai saat ini pengikutnya sudah mencapai puluhan ribu orang. Dari awal mula pengajian Tarikat Alawiyah ini bertempat di Pondok Pesantren Hidayaturrahman Barabai, karena jamaah yang semakin banyak maka pengajian dipindahkan ke Pondok Pesantren Rahmatullah Ummah. Disinilah cikal bakal Pondok Pesantren Nurul Muhibbin yang terkenal, lalu dipindahkan lagi ke Paringin dengan lokasi yang lebih luas dan lengkap beserta dengan pemukimannya.

Banyak Pedagang Yang Berjualan


Sejak keberadaan Majelis Guru Bakhiet, sejak itu pula banyak pedangang yang berjualan di Area Masjid Nurul Muhibbin, keberadaan pedagang ini bak jamur, berbagai macam dagangan dijual disini, dari jual makanan kecil hingga jual baju-baju muslim. Apalagi setelah pedagang disediakan tempat khusus untuk jualan, mereka jadi kelihatan lebih tertata rapi.


Dan di area masjid ini juga ada tersedia warung-warung makan untuk jamaah yang datang dari jauh, atau jamaah yang datang ke majelis ini lebih awal, mereka bisa makan warung-warung yang ada di Area Masjid Nurul Muhibbin ini.

Semoga bermanfaat, dan semoga menjadi berkah serta amal kami sekeluarga, Aamiin.
Share:

26/12/17

Liburan ke Pantai Asmara

Setelah sebelumnya kami sekeluarga berwisata ke Danau Seran, kali ini orang tua saya mengajak kami (saya dan kakak saya) lagi berlibur ke Pantai Asmara, lokasinya cukup jauh. Ketika kami coba mengunakan google maps sebagai petunjuk perjalanan, tampak jaraknya dari Banjarmasin menuju lokasi Pantai Asmara itu jauhnya sekitar 160 km dan jika diukur dengan waktu tempuhnya sekitar 2 jam 40 menit.

Tetapi setelah sekian lama perjalanan kami menuju ke lokasi Pantai Asmara, nyatanya waktu tempuh perjalanan kami kurang lebih 3 jam 20 menit, waktu yang cukup lama, karena memang perjalanan kami kali ini cukup santai, dan tidak ingin cepat-cepat sampai kelokasi.

Harga Tiket Masuk

Memasuki lokasi Pantai Asmara, kami sudah dihadang para penjaga tiket masuk ke area Pantai Asmara, mereka mengenakan harga tiket masuk sebesar Rp.10.000/orang, tetapi yang dikenakan hanya orang dewasa saja, untuk anak kecil gratis.


Setelah membayar kami diijinkan masuk area pantai, ternyata disana sudah banyak pengunjung yang duluan datang, biasalah memanfaatkan waktu liburan. Sebelum parkir, kami keliling dulu mencari tempat yang enak dan teduh untuk bisa parkir mobil, dari ujung ke ujung kami telusuri, ternyata sudah penuh dengan parkir mobil pengunjung, saya lihat ada juga yang dari Kalimantan Tengah tampak dari nomor mobilnya KH.


Setelah keliling akhirnya kamipun menemukan juga tempat parkir yang enak dan sedikit agak teduh dekat dengan bibir pantai persis dibelakang pondok. Saat itu cuaca cukup panas karena kami datang ke lokasi pantai sudah sekitar jam 11an siang, perjalanan yang jauh membuat kami menjadi lapar.

Setelah mendapat tempat yang nyaman dibawah pohon, kamipun mengelar tikar untuk istirahat, kemudian ibu saya menyiapkan makan siang untuk kami, dan kamipun menyantap makanan yang dibawa dari rumah.


Tempat Makan dan Minum

Sebenarnya di lokasi pantai ini banyak sekali orang yang berjualan makanan dan minuman, tetapi karena kami sudah membawa bekal dari rumah, jadi kami tidak tahu berapa harga makanan dan minuman yang dijual di area pantai itu.


Pondok Tempat Istirahat

Saat kami sedang makan siang tiba-tiba saja orang yang sebelumnya menempati pondok untuk istirahat dan bersantai dipantai itu meninggalkan tempat, alhasil ketika ayah saya tahu tempat itu sudah kosong, beliaupun cepat-cepat menempati pondok itu untuk kami, dan kamipun duduk santai di pondok kecil yang sewanya dikenakan sebesar Rp.50.000,-

Suasana Seputar Pantai

Ketika kami datang di pantai ini pengunjungnya cukup banyak, yang datang dan yang pulang silih berganti, yang pasti suasananya cukup ramai dan memang karena saat itu bertepatan juga dengan liburan natal.

Saat berada di pantai, rasanya tidak asik jika kita tidak ikut mandi, pengunjung yang sedang mandi dipantai ini cukup ramai, padahal cuaca waktu itu cukup panas, seolah tidak merasakan terik matahari yang panas, mereka asik-asik aja mandi dipantai ini, dan sayapun ikut mandi bersama orangtua saya.

Mandi dipantai dengan tangan kosong rasanya kurang enak juga ya, makanya kamipun menyewa pelampung, dan harga sewa pelampung disini sekisar Rp.25.000,- sepuasnya.

Suasana Ketika Masih Siang Hari di Pantai Asmara


Suasana Ketika Sudah Sore Hari di Pantai Asmara

Kebersihan Pantai

Kebiasaan pengunjung yang membuang sampah sembarangan, membuat Pantai Asmara ini menjadi terlihat kotor, sampah plastik bekas minuman maupun kantongan dan lainnya berserakan dimana-mana. Tidak enak juga melihat pemandangan di Pantai Asmara, tapi disertai dengan sampah yang berserakan.
Share:

25/12/17

Berwisata Ke Danau Seran


Liburan ke Danau Seran

Liburan kali ini sangat menyenangkan bagi saya, karena saya bersama keluarga bisa berwisata atau berlibur ke Danau Seran. Tujuan wisata atau liburan kami ke danau seran ini sebenarnya adalah sesuatu keinginan yang tertunda, mengapa tertunda? Iya, karena liburan pada tahun baru yang lalu kami sekeluarga tidak bisa masuk menuju lokasi Danau Seran, karena terlalu membludaknya pengunjung yang ingin menuju ke Danau Seran juga.

Makanya liburan kali ini kami sekeluarga mencari waktu yang tepat yang sekiranya pengunjung yang ke Danau Seran tidak terlalu banyak. Dan ternyata benar kali ini kami sekeluarga bisa masuk dengan mudah menuju ke lokasi Danau Seran.

Akses Menuju Danau Seran

Akses menuju ke Danau Seran saya rasa cukup bagus, jalan yang dilalui untuk menuju lokasi ini sudah beraspal, mungkin karena memang disekitar area menuju Danau Seran banyak terdapat komplek-komplek perumahan, akan tetapi sebagian besar saya lihat masih banyak rumah-rumah yang tidak berpenghuni.

Pada saat kami sekeluarga berangkat dari Banjarmasin menuju ke lokasi Danau Seran, perkiraan waktunya kurang lebih sekitar 1 jam dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Tarif Parkir dan Tiket Masuk ke Danau Seran

Sesampai dipintu masuk lokasi Danau Seran, kami sudah dihadang oleh para penjaga parkir, dan kami harus bayar parkir diawal sebesar Rp.10.000/mobil, dan kebetulan orang tua saya kesini menggunakan mobil, jadi biaya parkir segitu, apakah ini disebut tarif parkir normal? saya juga tidak tahu.

Setelah orang tua saya dapat tempat parkir yang agak teduh tepat dibawah pohon, kami sekeluarga berjalan menuju lokasi Danau, ditengah perjalanan kami dicegat, para penjaga mencari tiket masuk, dan disini kami harus membayar tiket masuk sebesar Rp.5.000/org, cukup murah.

Danau Seran Tempat Yang Menarik


Sesampai kami sekeluarga persis di lokasi Danau Seran, saya cukup kagum dengan danau ini karena telah menjadi tujuan wisata yang cukup diminati yang ada ditengah kota. Danau Seran sebenarnya merupakan danau buatan yang berasal dari bekas galian intan, yang sudah lama ditinggalkan. Tetapi berkat pengelolaan yang baik maka sebuah Danau bisa menjadi tempat wisata menarik.

Danau Seran ini jika dilihat dari letaknya terbagi dalam 2 tempat, tempat pertama adalah area kedatangan hingga menuju bibir danau dan tempat kedua letaknya berada ditengah-tengah danau hampir menyerupai sebuah pulau. Untuk mencapai tempat yang ada ditengah danau itu kita hanya bisa menggunakan perahu kecil, dan juga harus membayar sebesar Rp.5.000/org.

Fasilitas Permainan


Sebenarnya fasilitas untuk bermain di Danau Seran ini rasanya masih kurang karena hanya terdapat permainan Bebek Apung saja, itu juga kalian harus mengeluarkan uang lagi atau membayar sebesar Rp.25.000/25 menit. hanya dapat dimainkan disekitar area danau, dan cukup untuk 2 org saja.

Penjual Makanan dan Minuman

Untuk para penjual makanan dan minuman yang ada disekitar area Danau Seran ini cukup banyak, berbagai makanan dan minuman mereka jual, jadi anda tidak perlu takut jika sedang kelaparan, dan untuk harga makanan dan minuman di Danau Seran ini rata-rata minimal sebesar Rp.10.000/satuan, makanya kalian siapkan saja uang yang banyak untuk berkunjung ke Danau Seran ini.

Jadi kesimpulan saya, jika kalian ingin berlibur atau berwisata ke Danau Seran ini sedikitnya uang yang harus kalian bawa adalah sebesar Rp.100.000an. jika tidak kalian bakalan kekurangan.

Sekian, semoga bermanfaat.
Share:

17/12/17

Kenangan Bersama Shihan Gustaf Saat di Kiram


Kenangan-kenangan bersama Shihan Gustaf sewaktu saya ikut ujian kenaikan Sabuk Coklat Lemkari Banjarmasin lokasi di Kiram. Tadinya saya tidak menyangka bisa berfoto bersama beliau, karena beliau terlalu susah untuk di hampiri, tetapi entah kenapa saat itu ternyata beliau sendiri yang menghampiri saya, dan kebetulan orang tua saya sudah siap dengan kamera handphone ditangan makanya jepret-jepret jadi deh saya bisa berfoto bersama dengan Shihan Gustaf.

Memang hampir semua peserta ujian ingin berfoto bersama dengan beliau tetapi mereka tidak seberuntung saya, yang bisa berfoto berdua saja dengan beliau. Pada saat itu Shihan Gustaf adalah tim penguji yang di panggil khusus oleh Paman Birin selaku Ketua Pembina Lemkari Banjarmasin. 
Share: